jump to navigation

Ragnar June 10, 2008

Posted by deyoyok in anxious.
add a comment

Wake up early if you want to take another man’s life or land.

no battle is won while one is in bed

this “pencil-maker machine” gives me a headache…
waiting for the tender to come out makes me nervous
so how can i take another man’s life or land ?

Dialog Nabi dengan Iblis June 3, 2008

Posted by deyoyok in potret.
2 comments

Suatu hari Iblis menemui Nabi.

Iblis berkata

“Oi, Nabi, kamu tahu siapa aku gak ? Aku ini adalah yang mengeluarkan nenek moyangmu dari surga.”

“Ada perlu apa ya ?” tanya Nabi

“Kamu mau aku kasih tahu gak ? Siapa saja orang yang aku benci dan siapa saja orang yang aku cinta ?”

“Boleh, coba kasih tahu”

“Aku itu paling benci sama para pendosa dan aku paling cinta dengan para ahli ibadah”

“Lho ? Kenapa begitu ?” Tanya Nabi lagi. Kok apa gak kebalik ya ?

“Iya, Aku benci sama orang pendosa yang lalu dia bertobat dan tidak mengulangi kesalahannya dan aku paling cinta dengan ahli ibadah yang merasa dia itu paling alim sedunia, paling benar sedunia.

memangnya kamu saja yang bisa haid ? May 26, 2008

Posted by deyoyok in contemplate.
2 comments

kenapa angin dan bukan batu ?

ini cerita tentang monyet

tentang domba yang ingin menjadi serigala

tentang pengecut kebingungan dalam hujan

tentang ketidak jelasan

tentang spontanitas buas

tentang kekanak-kanakan

tentang ronin gagal

tentang pedang tumpul

tentang mimpi-mimpi yang terbungkam

tentang fatamorgana

Doa May 26, 2008

Posted by deyoyok in contemplate.
2 comments

Pernahkah kamu merasa seolah Tuhan memberi tahu kamu lewat pertanda-pertanda ?

Saya sering mendapatkannya. Biasanya ketika membaca buku.

Misalnya suatu hari saya dihadapkan pada suatu masalah dan saya bingung pemecahannya, beberapa hari tidak menemukan juga penyelesaiannya. Namun tiba-tiba inspirasi datang begitu saja melalui barisan kata dari buku yang kadang tidak ada hubungannya sama sekali dengan masalah saya.

Biasanya saat membaca buku novel di angkot atau membaca koran atau majalah di toilet dan tiba-tiba mata saya membaca sebarisan kata pemecah masalah. Eureka ! dan belepotanlah dinding toilet dengan bercak coklat kekuningan.

Namun sayangnya Tuhan tidak begitu saja memberi solusi melalui barisan kata dari buku  atau majalah atau novel tersebut. Solusi itu begtu tersembunyi dan sering malah membuat saya berpikir lagi. Astaga, terkadang pilihan pemecahannya malah tambah banyak !

Alih alih memberi pencerahan malah menambah kebingunan. Seolah insprasi eureka dan bercak coklat itu hanya secercah sinar dari petir di kegelapan malam. Seolah cahaya blitz dari seorang fotografer studio pas foto saat ia bekerja untuk kita yang ingin membuat ktp atau lamaran kerja baru.

Setelah terang lalu gelap. Door Licht tot Duisternis. Judul kumpulan Surat-surat Kartini yang terbalik dan meraba-rabalah lagi saya dalam kegelapan. Tapi setidaknya saya bisa memperkirakan jalan karena secercah cahaya tadi

Oh Tuhaan, kenapa tidak dicetak saja buku-buku yang isi halamannya hanya ada dua kata yaitu “Ya” dan “Tidak”  ?

attached May 19, 2008

Posted by deyoyok in day dreaming.
add a comment

why life in the past while you are the one who taught me to life in the present ?

Yet, the one who should to be blame of merely just myself

Because of me you put your self in the back

sayap-sayap patah May 10, 2008

Posted by deyoyok in day dreaming.
2 comments

Kamu mematahkan sayapku dengan lidahmu

suaramu menjalari udara, merambat ke gendang telinga

memicu kejutan syaraf, meledakkan otak

Dan kupatahkan sayapku sendiri

Sekarang, di bekas patahan sayap itu ada luka

membusuk, menghitam dan menganga

hitamnya menjalari tubuh

meluas seperti lepra

Sekarang setiap sel tubuhku hitam

kecuali jantung

karena ia masih merah

dan mendetakkan namamu

mereka menganggapku kriminal May 10, 2008

Posted by deyoyok in bingung.
2 comments

JIka menjadi dewasa adalah menerima hal-hal yang tidak sesuai dengan keinginan kita

Lalu tidak bisakah kita menjadi anak-anak saja yang hidup dalam mimpi-mimpi kita ?

Genesis April 25, 2008

Posted by deyoyok in day dreaming.
5 comments

“Mas, aku kangen”

“sama siapa dek ?”

“sama sapi..sama kambing”

tur Mak jegagig !…lahirlah blog ini

We are the inferior amongst the superior ! April 24, 2008

Posted by deyoyok in marah.
2 comments

well, we are already having hardship time right now, so why do we need more ?

“Indonesians like simple and entertaining things rather than complicated things that make them think hard,” said Handi Irawan, chairman of marketing and research firm Frontier Consulting.

speaking of which, we Indonesian like simple thing which in turn make us lazy or…because we are lazy people then we don’t like complicated things ? Whatever the logic, Laziness has become a culture for us( Or can make us creative, but unfortunately this is not the fact, we are creative people when we’re trying to bend the law of our own, see the examples on the members of the House of Representative)

Handi further said most consumers here tended to engage in “impulsive buying” of consumer goods because they were “basically relaxed and simple-minded, and not used to planning well in their life like Westerners.

See ? We are simple minded group of people…simple minded…what a troublesome.

10 Indonesian consumers characteristics:

- Prefer immediate benefits

- Do not have long-term plans

- Like to spend time with friends and relatives

- Slow in adapting to technology

- Prefer context to content

- Like foreign brands

- Attracted to the religious and superstitious

- Like to show off

- Have strong subcultural influences

- Less aware of the environment

We are the inferior amongst the superior ! Long live ! We are doomed to fail.

this entry is also a representation of the Indonesian inadequancy, only copy paste :p

the quotes were robed from here

Yuli dan kotak jingganya April 22, 2008

Posted by deyoyok in potret.
2 comments

Bulan pucat menyinari jalan, baru naik sepenggalah ia rupanya. Sebuah kotak warna jingga duduk di pinggir jalan. Kotak itu hanyalah satu kotak dari sekian juta yang tersebar di sudut-sudut kota.

Malam menyeruak, dingin semerbak. Yuli membungkuk, menyapu sampah-sampah plastik, kotak oranye itu, adalah miliknya.

Sampah-sampah itu ia sudutkan. Ia mengambil kantung plastik hitam dari kumpulan sampah, lalu membungkus tangannya dengan plastik itu. Ia pungut sampah-sampah itu lalu ia masukkan ke kantung plastik lain.

Sebuah bis hijau mendekat. Keneknya turun lalu membuka kotak oranye milik Yuli, Yuli menengadah, ia lihat si kenek mengambil segelas plastik minuman berwarna jingga, menikamnya dengan sedotan dan menyeruput isinya. Si kenek menaruh beberapa logam di atas kotak, membuang gelas plastik yang telah kosong begitu saja. Lalu melompat masuk kebis yang kemudian menghilang di kegelapan.

Yuli membungkuk, memungut gelas kosong itu dengan jari telunjuk dan jari tengahnya. Ah, luput, gelas itu jatuh lagi setelah terangkat beberapa mili dari atas tanah. Yuli mencoba lagi dan hup, gelas itu sekarang berada ditangannya.

Ia hendak membuangnya namun matanya menangkap sebuah baris abu-abu diatas tutp gelas plastik itu. Yuli menggaruk baris tersebut dengan kukunya. Ia lalu mencari sekeping logam yang diletakkan kenek tadi setelah sadar usahanya sia-sia. Dengan keping tersebut ia gosok baris abu-abu itu. Sebaris kalimat terlihat. Ia maklum.

Yuli melempar gelas plastik kosong tersebut ke tumpukan sampah yang tadi ia sudutkan. Yuli duduk kembali di samping kotak jingganya. Malam makin menyeruak, merengkuh Yuli dalam kesendirian.